Karya Tulis Ilmiah
DIABETES MELLITUS PADA LANSIA
Latar Belakang: Diabetes Mellitus adalah kondisi kesehatan yang sering terjadi di usia yang semakin menua. Rata rata lansia menderita Diabetes Mellitus > 65 tahun, sebagian dari orang dewasa mengalami prediabetes, dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat pesat dalam beberapa dekade mendatang. Pada lansia prevalensi terbanyak yaitu Diabetes Melllitus tipe 2, hal tersebut dapat terjadi karena defisiensi sekresi insulin berkembang seiring bertambahnya usia dan meningkatnya resistensi insulin yang disebabkan oleh perubahan komposisi tubuh dan sarkopenia. Komplikasi Diabetes Mellitus dan komorbiditas lebih sering terjadi pada lansia dibandingkan dengan usia muda. Lansia yang menderita Diabetes Mellitus lebih rentan mengalami komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular kronis serta hipoglikemia dan sindrom geriatrik seperti demensia, penyakit alzheimer, dan demensia vaskular daripada lansia yang memiliki toleransi glukosa normal. Manajemen Diabetes Mellitus pada lansia harus fokus pada pencegahan dan pembatasan sindrom geriatri (kondisi medis yang dijumpai pada lansia), hipoglikemia (glukosa darah rendah), dan disfungsi neurokognitif (gangguan fungsi sistem saraf dan otak). Metode: metode yang digunakan yaitu literatur review yang melibatkan text book kedokteran yang berhubungan dengan penelitian serta jurnal terakreditasi 2015-2020 (Google Scholar / Google Cendekia dan PubMed). Hasil: Pada hasil review didapatkan yaitu 10 artikel memenuhi kriteria inklusi yang terbagi menjadi dua topik besar yaitu Diabetes Mellitus pada lansia (3 artikel) dan manajemen penatalaksanaan Diabetes Mellitus pada lansia (7 artikel). Kesimpulan: Manajemen Diabetes Mellitus pada lansia harus fokus pada pencegahan dan pembatasan sindrom geriatri (kondisi medis yang dijumpai pada lansia), hipoglikemia (glukosa darah rendah), dan disfungsi neurokognitif (gangguan fungsi sistem saraf dan otak).
Tidak tersedia versi lain