Karya Tulis Ilmiah
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP INDEKS PRESTASI SEMESTER VII PADA MAHASISWA PENDIDIKAN KEDOKTERAN UNIVERSITAS CENDERAWASIH ANGKATAN 2016
Latar belakang: Hubungan gaya belajar terhadap indeks prestasi semester telah di teliti oleh beberapa penelitian sebelumnya dengan didapatkan bahwa gaya belajar yang berbeda-beda dari masing-masing mahasiswa antara kinestik visual maupun auditorik. Sebagian besar peneliti didapatkan tidak ada hubungan gaya belajar terhadap indeks prestasi mahasiswa karna di temukan fakta bahwa indeks prestasi mehasiswa lebih berpengaruh pada faktor internal dan external saat mahasiswa melakukan proses belajar Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan gaya belajar terhadap indeks prestasi semester VII pada mahasiswa Pendidikan Kedokteran Universitas Cenderawasih angkatan 2016 Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan secara analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional adalah penelitian dimana variabel-variabel yang termasuk efek diobservasi sekaligus dalam waktu yang sama. Tekhnik sampling yang digunakan menggunakan total sampling dimana jumlah sampelnya sama dengan populasinya sampel dan populasi dalam penelitian ini sebanyak 37 mahasiswa Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada 37 responden mahasiswa yang memiliki kriteria Indeks Prestasi cukup dengan Gaya Belajar visual adalah sebanyak 1 responden atau 33,3%, responden dengan Gaya Belajar auditorik adalah sebanyak 2 responden atau 66,7% serta responden dengan Gaya Belajar kinestik adalah sebanyak 0 responden atau 0%. Responden yang memiliki kriteria Indeks Prestasi baik dengan Gaya Belajar visual adalah sebanyak 7 responden atau 31,8%, responden dengan Gaya Belajar auditorik adalah sebanyak 10 responden atau 45,5% serta responden dengan Gaya Belajar kinestik adalah sebanyak 5 responden atau 22,7%. Responden yang memiliki kriteria Indeks Prestasi sangat baik dengan Gaya Belajar visual adalah sebanyak 3 responden atau 25,0%, responden dengan Gaya Belajar auditorik adalah sebanyak 7 responden atau 58,3% serta responden dengan Gaya Belajar kinestik adalah sebanyak 2 responden atau 16,7%. Kesimpulan: Berdasarkan ouput tabel correlations diketahui bahwa N atau jumlah data penelitian adalah 37, kemudian nilai sig. (2-tailed) Gaya Belajar dengan Indeks Prestasi adalah 0,728 lebih besar dari 0,050, sebagaimana dasar pengambilan keputusan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Gaya Belajar dengan Indeks Prestasi. Selanjutnya, dari output di atas diketahui Correlation Coefficient (koefisien korelasi) sebesar 0,059, maka nilai ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antar kedua variabel.
Tidak tersedia versi lain