Karya Tulis Ilmiah
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS KOTARAJA
Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Menurut undang-undang Nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia pada bab 1 pasal 1 ayat 2, yang dimaksud lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140/90. Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan organ tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Prevalensi hipertensi di Indonesia yang dapat melalui kuisioner terdiagnosis tenaga kesehatan sebesar 9,4%, yang didiagnosis tenaga kesehatan yang sedang minum obat sebesar 9.5%. jadi, ada 0,1% yang minum obat sendiri. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan hipertensi pada lansia di Puskesmas Kotaraja. Metode: penelitian deskriptif. Populasi adalah seluruh lansia yang berada di Puskesmas Kotaraja yang berusia 60-74 tahun dengan jumlah 26 orang. Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang ada di Puskesmas Kotaraja yang berjumlah 26 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah "Accidental Sampling" Hasil:Minum obat, patuh sebanyak 23 orang (88,46%), kurang patuh sebanyak 3 orang (11,54%) dan tidak ada yang tidak patuh. hasil pengukuran tekanan darah responden 120/80mmHg-139/89 mmHg sebelum pengobatan sebanyak 12 orang (46,15%) dan sesudah pengobatan sebanyak 10 orang (58,82%), tekanan darah 140/90 mmHg-159/99 mmHg sebelum pengobatan sebanyak 8 orang (30,76%) dan sesudah pengobatan sebanyak 5 orang (29,41 %), tekanan darah ≥160/100 mmHg sebelum pengobatan sebanyak 6 orang (23,07%) dan sesudah pengobatan sebanyak 2 orang (11,76%) Kesimpulan:Tingkat kepatuhan minum obat dengan hipertensi pada lansia di Puskesmas Kotaraja dari 26 responden menunjukan warga lansia yang memiliki tingkat kepatuhan patuh yaitu sebanyak 23 orang (88,46%) dan warga lansia yang memiliki tingkat kepatuhan kurang patuh yaitu sebanyak 3 orang (11,54%)
Tidak tersedia versi lain