Karya Tulis Ilmiah
KARAKTERISTIK PASIEN CEDERA OTAK TRAUMATIK YANG DIOPERASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA PERIODE 1 DESEMBER 2020-31 DESEMBER 2022
Latar belakang : Cedera otak traumatik adalah gangguan pada fungsi normal otak disebabkan trauma pada kepala. Kasus cedera kepala yang terjadi di provinsi Papua sebanyak 16% dari jumlah penduduknya. Angka kejadian ini meningkat setiap tahunnya. Penatalaksanaan yang tepat dan cepat pada kasus cedera kepala adalah penting untuk melihat ada atau tidaknya lesi intrakranial yang memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi lesi yang timbul, sehingga outcome penderita bisa lebih baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien cedera otak traumatik yang di operasi di RSUD Abepura periode 1 Desember 2020 – 31 Desember 2022. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif menggunakan metode pengumpulan data sekunder. Sampel penelitian diambil dari pasien cedera otak traumatik yang dioperasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil : Penelitian ini melibatkan 68 subyek yang terdiri dari 56 Laki- laki dan 12 Perempuan. Sebanyak 22 (32%) pasien yang berusia 17 - 25 tahun mengalami cedera otak traumatik dan didominasi oleh pasien CKS 35 (51%). Sebagian besar pasien yang dioperasi mengalami jenis luka berupa vulnus laceratum dan tidak melibatkan kraniofasial dengan jumlah 61 (90%). 46 (68%) pasien merupakan kelompok operasi elektif. 41 (60%) pasien menggunakan jaminan kesehatan KPS. Kesimpulan : Kejadian cedera otak traumatik yang dioperasi didominasi oleh kelompok remaja akhir dan tertinggi pada laki – laki. Kasus ini didominasi oleh pasien CKS dan kebanyakan pasien yang dioperasi secara elektif mengalami jenis luka berupa vulnus laceratum serta tidak melibatkan kraniofasial. Kebanyakan pasien membayar biaya operasi dengan Kartu Papua Sehat (KPS).
Tidak tersedia versi lain