Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN CAKUPAN VAKSINASI COVID-19 PADA KARYAWAN PT FREEPORT INDONESIA DI KABUPATEN MIMIKA PROVINSI PAPUA TENGAH
Latar belakang: Covid-19 adalah penyakit menular oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2) yang merupakan coronavirus jenis baru dengan tanda dan gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas. Vaksinasi Covid- 19 dilaksanakan sebagai kekebalan terhadap virus SARS-Cov-2 sehingga dapat memutus mata rantai penularan. Dalam pelaksanaannya, vaksinasi mendapat respon yang positif maupun negative. Pada area kerja PT Freeport Indonesia juga terjadi demikian dimana terdapat beberapa karyawan yang menerima dan lainnya menolak dilakukannya vaksinasi COVID-19. Penelitian ini akan melihat gambaran cakupan vaksinasi diantara karyawan PT Freeport pada Kabupaten Mimika berdasarkan agama, suku, tingkat pendidikan, serta alasan menolak atau menerima vaksinasi COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran cakupan vaksinasi COVID-19 pada karyawan PT Freeport di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah berdasarkan agama, suku, tingkat pendidikan, serta alasan menolak atau menerima vaksinasi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di area kerja PT Freeport Indonesia yang berada di Kabupaten Mimika Provinsi Papua tengah, dilaksanakan pada bulan mei 2022. Teknik sampling menggunakan Teknik sampling acak proposional menggunakan rumus slovin. Sampel penelitian diambil memalui pembagian kuesioner di area kerja PT Freeport Indonesia secara online melalui link google form. Analisi data menggunakan pengolahan data Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dan dilakunan analisis univariat dengan menggunakan rumus distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran cakupan vaksinasi COVID-19 pada karyawan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika ialah sebagai berikut mayoritas responden yang menerima vaksinasi COVID-19 adalah yang berasal dari suku Non-Papua, beragama Kristen Protestan dan Katolik, kemudian mayoritas responden yang memiliki Pendidikan tinggi yaitu S1 keatas. Alasan dalam menerima vaksinasi paling tinggi adalah alasan medis dan alasan menolak vaksinasi adalah alasan dengan kategori non-medis.
Tidak tersedia versi lain