Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD JAYAPURA PERIODE JANUARI-DESEMBER 2019
Latar Belakang: Bayi Berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan yang ditimbang pada saat lahir sampai dengan 24 jam pertama setelah lahir. Menurut harapan hidupnya dibagi menjadi 3, yaitu bayi berat lahir rendah (BBLR) berat lahir 1500–2500 gram, bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) berat lahir 1000–1500 gram, bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) berat lahir yang kurang dari 1000 gram. Pada BBLR pertumbuhan dan pematangan (maturitas) organ dalam tubuh belum sempurna. Prognosis yang buruk dan mempunyai risiko tinggi terhadap terjadinya hipotermia, sehingga dapat mengalami komplikasi yang berakhir dengan kematian. Dapat terjadi permasalahan yang disebabkan karena komplikasi neonatal seperti asfiksia dan ikterus. Bila bayi hidup akan dijumpai kerusakan saraf, gangguan bicara, tingkah kecerdasan rendah. Prognosis ini juga tergantung dari usia ibu, usia kehamilan ibu, keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada saat kehamilan, persalinan serta postnatal. Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 3,3%–3,8% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosial ekonomi rendah. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran bayi berat lahir rendah di RSUD Jayapura periode Januari–Desember 2019. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh Gambaran Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura periode Januari–Desember 2019. Populasi dan sampel: Pada penelitian ini merupakan bayi berat lahir rendah periode Januari–Desember 2019 di RSUD Jayapura. Teknik pengumpulan data: dengan data sekunder yang didapatkan dari rekam medik. Hasil penelitian: didapatkan BBLR berjumlah 199, BBLSR berjumlah 17, dan tidak didapatkan BBLASR. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tentang Gambaran Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura periode Januari–Desember 2019 dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik, dapat disimpulkan bahwa: 1. BBLR lebih banyak dilahirkan pada usia ibu antara 20–35 tahun. 2. BBLR lebih banyak pada ibu tanpa anemia (normal). 3. BBLR lebih banyak terjadi karena kelahiran preterm. 4. BBLR lebih banyak terjadi pada ibu multipara. 5. Lebih banyak BBLR yang lahir dengan asfiksia neonatorum. 6. Lebih banyak BBLR lahir tanpa mengalami ikterus neonatorum. 7. BBLR lebih banyak terjadi pada ibu dengan riwayat penyakit infeksi maupun non infeksi selama kehamilan. 8. Lebih banyak BBLR yang lahir hidup dibandingkan dengan lahir mati.
Tidak tersedia versi lain