Karya Tulis Ilmiah
GANGGUAN MENTAL AKIBAT PENGGUNAAN ZAT INHALAN
Pendahuluan: Penyalahgunaan narkoba saat ini masih sering terjadi dan menjadi masalah serius yang terjadi di tengah masyarakat. Inhalan merupakan senyawa organik berupa gas pelarut yang mudah menguap. Zat adiktif yang relatif murah dan sangat mudah didapatkan saat ini adalah inhalan yaitu menghirup uap dari zat pelarut (thinner), uap lem, atau zat lainnya yang dapat membuat mabuk seperti rokok, alkohol, lem dan thinner. Gangguan jiwa seringkali terdapat bersamaan dengan penggunaan zat psikoaktif. Sebaliknya, penyalahgunaan zat psikoaktif (NAPZA) dapat menimbulkan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan mental akibat penggunaan zat inhalan dan mengetahui gambaran penggunaan zat inhalan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Literatur yang di skrinning menggunakan sumber Google Scholar/Cendekia dan PubMed sepanjang tahun 2015-2020 dengan hasil akhir jumlah literatur yang di review sebanyak 11 literatur. Hasil: Dari 11 literatur yang terpilih, keempat jurnal menyatakan bahwa umur dan jenis kelamin memiliki pengaruh terhadap penggunaan zat inhalan. Umur remaja lebih beresiko terhadap penggunaan zat inhalan dan jenis kelamin laki-laki yang lebih banyak menggunakan zat inhalan. Selain itu, ketiga jurnal yang lain menyatakan bahwa zat inhalan dapat menyebabkan terjadinya gangguan mental. Penggunaan zat inhalan dapat menyebabkan peningkatan kadar dopamin di SSP, dimana peningkatan dopamin salah satunya dapat mengakibatkan gangguan mental seperti gangguan psikotik, gangguan depresi, gangguan ansietas, gangguan neurokognitif dan intoksikasi inhalansia. Kesimpulan: Umur remaja dan jenis kelamin laki-laki beresiko terhadap penggunaan zat inhalan dan penggunaan zat inhalan dapat menyebabkan gangguan mental.
Tidak tersedia versi lain