Perpustakaan FK UNCEN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of GANGGUAN MENTAL AKIBAT PENGGUNAAN ZAT INHALAN
Penanda Bagikan

Karya Tulis Ilmiah

GANGGUAN MENTAL AKIBAT PENGGUNAAN ZAT INHALAN

Izak Yesaya Samay - Konferensi; Eka Dian Ayu Agustina Fatem - Konferensi; Deby Olivia Manullang - Nama Orang;

Pendahuluan: Penyalahgunaan narkoba saat ini masih sering terjadi dan menjadi masalah serius yang terjadi di tengah masyarakat. Inhalan merupakan senyawa organik berupa gas pelarut yang mudah menguap. Zat adiktif yang relatif murah dan sangat mudah didapatkan saat ini adalah inhalan yaitu menghirup uap dari zat pelarut (thinner), uap lem, atau zat lainnya yang dapat membuat mabuk seperti rokok, alkohol, lem dan thinner. Gangguan jiwa seringkali terdapat bersamaan dengan penggunaan zat psikoaktif. Sebaliknya, penyalahgunaan zat psikoaktif (NAPZA) dapat menimbulkan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan mental akibat penggunaan zat inhalan dan mengetahui gambaran penggunaan zat inhalan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Literatur yang di skrinning menggunakan sumber Google Scholar/Cendekia dan PubMed sepanjang tahun 2015-2020 dengan hasil akhir jumlah literatur yang di review sebanyak 11 literatur. Hasil: Dari 11 literatur yang terpilih, keempat jurnal menyatakan bahwa umur dan jenis kelamin memiliki pengaruh terhadap penggunaan zat inhalan. Umur remaja lebih beresiko terhadap penggunaan zat inhalan dan jenis kelamin laki-laki yang lebih banyak menggunakan zat inhalan. Selain itu, ketiga jurnal yang lain menyatakan bahwa zat inhalan dapat menyebabkan terjadinya gangguan mental. Penggunaan zat inhalan dapat menyebabkan peningkatan kadar dopamin di SSP, dimana peningkatan dopamin salah satunya dapat mengakibatkan gangguan mental seperti gangguan psikotik, gangguan depresi, gangguan ansietas, gangguan neurokognitif dan intoksikasi inhalansia. Kesimpulan: Umur remaja dan jenis kelamin laki-laki beresiko terhadap penggunaan zat inhalan dan penggunaan zat inhalan dapat menyebabkan gangguan mental.


Ketersediaan
#
Perpustakaan FK UNCEN (KTI 1.1) 616.858 DEB g
KTI2000073
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616.858 DEB g
Penerbit
Jayapura : Fakultas Kedokteran Uncen., 2020
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.858
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
gangguan mental/jiwa
zat inhalan
faktor resiko
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Penulis, Deby Olivia Manullang, Pembimbing 1, Izak Yesaya Samay, Pembimbing 2, Eka Dian Ayu Agustina Fatem
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FK UNCEN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?